Catat sejak order dibuka
Simpan ID order, nama tampilan pihak lawan, jumlah rupiah, metode pembayaran dan waktu dengan WIB, WITA atau WIT. Pertahankan percakapan pada platform bila aturan layanan memintanya. Pindah ke aplikasi pesan pribadi dapat menghilangkan konteks yang dibutuhkan ketika terjadi sengketa.
Gunakan satu kronologi
| Waktu | Kejadian | Bukti | Pertanyaan |
|---|---|---|---|
| WIB 14.02 | Order dibuka | Halaman order | Rekening tujuan sesuai? |
| WIB 14.07 | Rupiah dikirim | Bukti dari aplikasi resmi | Nama penerima cocok? |
| WIB 14.09 | Ditandai dibayar | Status platform | Aset sudah dilepas? |
| WIB 14.20 | Tiket dibuat | Nomor kasus | Dokumen apa yang diminta? |
Waktu tersebut hanya contoh. Simpan file asli dan buat salinan yang disamarkan untuk diskusi biasa. Jangan mengubah file asli atau menghapus transaksi gagal dari urutan kejadian.
Verifikasi pembayaran di sumbernya
Tangkapan layar dari lawan transaksi bukan satu-satunya bukti dana masuk. Cocokkan jumlah, nama, nomor referensi dan status di aplikasi bank atau dompet pembayaran resmi. Ikuti aturan platform sebelum melepas aset. Jika informasi berbeda, gunakan jalur sengketa tanpa menerima tekanan untuk menyelesaikan di luar sistem.
Batasi data yang dibagikan
Kirim dokumen identitas hanya melalui kanal aman dan setelah memastikan pihak serta kebutuhan. Jangan masukkan kata sandi, OTP, PIN, private key atau frasa pemulihan. Untuk laporan penipuan keuangan, periksa jalur resmi OJK atau Indonesia Anti-Scam Centre dan syarat laporan terbaru.
Perlu transfer kedua untuk membuktikan akun aktif? Jangan anggap itu bagian dari transaksi pertama. Apakah bukti menjamin dana kembali? Tidak; bukti membantu penilaian oleh platform atau lembaga terkait.
Sumber dan cara memeriksa
OJK Indonesia Anti-Scam Centre
